Scarlet
fever (demam berdarah)
Demam berdarah (juga disebut demam berdarah dalam
literatur yang lebih tua) [1] adalah penyakit menular yang paling umum
menyerang anak-anak berusia 4-8 tahun. Gejala termasuk sakit tenggorokan, demam
dan ruam merah yang khas. Demam scarlet biasanya ditularkan melalui inhalasi.
Ada tidak ada vaksin, namun penyakit ini secara efektif diobati dengan
antibiotik. Sebagian besar fitur klinis disebabkan oleh toksin eritrogenik,
suatu zat yang dihasilkan oleh bakteri Streptococcus pyogenes ketika terinfeksi
oleh bakteriofag tertentu (kelompok strep A.).
Sebelum ketersediaan antibiotik, demam berdarah
adalah penyebab utama kematian. Hal ini juga dapat menyebabkan komplikasi akhir
seperti glomerulonefritis dan endokarditis menyebabkan penyakit jantung katup,
yang semuanya berlarut-larut dan sering penderitaan yang fatal pada saat itu.
Adalah penting untuk menyadari bahwa strain Grup A
Strep yang menghasilkan toksin eritrogenik tidak inheren lebih berbahaya
daripada jenis lainnya yang tidak tetapi lebih mudah didiagnosis seperti itu
karena ruam karakteristik.
Penyakit itu sendiri disebabkan oleh sekresi
exotoxins pyrogenic oleh Streptococcus menginfeksi [5] [6] Eksotoksin A (SPEA)
mungkin adalah yang terbaik dipelajari dari racun.. Hal ini dilakukan oleh T12
bakteriofag yang terintegrasi ke dalam genom streptococcus dari mana racun
ditranskripsi. Fag itu sendiri terintegrasi ke dalam gen tRNA serin pada
kromosom [7].
Virus T12 sendiri belum ditempatkan ke takson oleh
Komite Internasional Taksonomi Virus. Memiliki genom DNA beruntai ganda dan
atas dasar morfologi tampaknya menjadi anggota Siphoviridae.
Gen SPEA kloning dan sekuensing pada tahun 1986 [8].
Ini adalah pasangan basa 753 panjang dan mengkode protein 29,244 kiloDalton
(kDa). Protein mengandung peptida 30 asam amino sinyal putatif: penghapusan
urutan sinyal memberikan berat molekul diprediksi dari 25,787 (kDa) untuk
protein yang disekresikan. Kedua promotor dan situs pengikatan ribosom
(Shine-Dalgarno urutan) yang hadir hulu dari gen. Sebuah terminator transkripsi
terletak 69 basis hilir dari kodon terminasi translasi. Bagian terminal
karboksi protein menunjukkan homologi yang luas dengan ujung karboksi dari
Staphylococcus aureus enterotoksin B dan C1.
Fag streptococcus selain T12 juga dapat membawa gen
SPEA. [9]
Erysipelas
Erisipelas adalah infeksi pada dermis dan jaringan subkutis
bagian atas yang hampir selalu disebabkan oleh Streptococcus pygogenes ( =
Streptococcus beta hemolyticus grup A).
Erisipelas
adalah infeksi kulit yang biasanya mempengaruhi lengan, kaki,
atau wajah, ditandai dengan kulit yang mengkilap, merah, melepuh kecil, dan
pembengkakankelenjar getah
bening.
Dapat karena Streptococcus grup B, grup C, grup G, Streptococcus
pneumonia dan Staphylococcus aureus, menimbulkan bentuk klinis yang tidak khas
terutama pada penderita yang keadaan immunologisnya abnornal.
PATOFISIOLOGI
Kuman masuk ke lapisan kulit yang dalam melalui luka kecil, mungkin karena garukan,
luka operasi atau sebab lain. Sering tidak didapatkan tempat masuknya kuman dan
Streptococcusnya didapatkan dari tenggorokan, hidup atau mata.
Kepekaan terhadap kuman ini meningkat pada
orang malnutrisi, pecandu alkohol, baru menderita infeksi dan dysgamma
globulinaemia.
Faktor predisposisi lokal adalah edema karena
kelainan ginjal atau kelainan saluran getah bening, yang terakhir ini penting
pada terjadinya erisipelas yang kumat-kumatan.
GEJALA KLINIS
- Panas
badan cukup tinggi (anak-anak dapat dengan konvulsi), sakit kepala, malaise dan
muntah-muntah/mual.
- Lesi
di kulit :
Makula eritematus yang meninggi dengan batas jelas, dapat ada
vesikule di atasnya. Dirasakan panas dan nyeri.
Lokalisasi biasanya :
- bayi
: dinding perut
- anak-anak
: muka, kepala dan tungkai bawah.
- dewasa
: tungkai bawah, muka, telinga.
Pada penderita yang kelainan immunologis, gejala klinisnya tidak
khas misalkan kemerahan berkurang.
PEMERIKSAAN
1. Darah :
Leucocytosis.
2. Bila
memungkinkan :
- Periksa
Titer ASO : meningkat seminggu seelah infeksi.
- Mencari
Streptococcus dengan kultur dari tenggorokan, hidup atau mata.
DIAGNOSIS BANDING
- Cellulitis
- Dermatitis
kontak
- Lepra
Tuberkuloid akut.
PENYULIT
Terjadi bila pengobatan tidak efektif
- Nefritis
- Abses
subkutan
- Septisemia
- Kematian
50% pada bayi, penderita usia tua dan yang lemah.
- Kambuh
lagi – Cellulitis.
PENATALAKSANAAN
1. Pada
penderita bayi, usia tua dan yang keadaan umumnya lemah sebaiknya dirawat di
RS.
2. Pemberian antibiotika sistemik diberikan 7 –
10 hari.
1. Penisilin dan semisintetiknya (pilih salah
satu)
a. Penisilina G Prokain
Dosis : 1 – 2 dd 0,6 – 1,2 juta U
Anak-anak : 1 – 2 dd 25.000 – 50.000 I.U./kg
b. Ampisilin
4 dd 250 – 500 mg a.c.
anak-anak : 4 dd 25 – 75 mg/kg – a.c.
c. Amoksilin (*.*) (penulisan resep harus diparaf
staf medik UPF)
3 dd 250 – 500 mg.a.
anak-anak : 3 dd. 7,5 – 25 mg/kg a.c.
2. Eritromisin
4 dd 250 – 500 mg pc
anak-anak : 4 dd 12,5 mg – 25 mg/kg - pc
bila alergi penisilin
3. Linkomisin
3 – 4 dd 250 – 500 mg
anak-anak lebih 1 bulan 3 dd 10 – 20 mg/kg
bila alergi penisilin dan yang menderita gangguan saluran cerna
4. Bila kambuh-kambuh diberikan antibiotika sistemik
dosis tinggi dulu sampai sembuh, baru dilanjutkan dosis rendah jangka lama
selama 1 – 3 bulan.
3. Pengobatan topikal
- Kompres
dengan solusio Sodium Chloride 0,9 % atau Solusio Burowi :
- bila ada vesikule/bule
- dapat sebagai pendingin
- Neocitrin
ointment (Basitrasina dan Polimiksina B)
- bila lesi kulit telah kering
Tonsilitis adalah
pembengkakan tonsil atau amandel. Gejala tonsilitis meliputitenggorokan sakit dengan warna merah, amandel membengkak,
mungkin ada cairan putih atau bintik pada kelenjar getah
bening amandel yang membengkak dan pelunakan di bagian leher di bawah rahang.
Demam, sakit kepala, dan / atau sakit perut bisa menyertai.
Selain amandel yang meradang, sakit dan nyeri juga mungkin terasa di sekitar
daerah langit-langit lunak, di langit-langit mulut, dan kesulitan membuka mulut
atau menelan.
Purpural
infection
Infeksi nifas merujuk pada infeksi bakteri setelah
melahirkan. Infeksi juga dapat disebut sebagai demam nifas atau setelah
melahirkan. Saluran kelamin, khususnya rahim, adalah situs yang paling sering
terinfeksi. Dalam beberapa kasus infeksi dapat menyebar ke titik-titik lain di
dalam tubuh. Infeksi yang luas, atau sepsis, merupakan komplikasi yang jarang,
tapi berpotensi fatal.
Osteomylitis
Osteomielitis adalah infeksi tulang. Infeksi tulang
lebih sulit disembuhkan daripada infeksi jaringan lunak karena terbatasnya
asupan darah, respons jaringan terhadap inflamasi, tingginya tekanan jaringan
dan pembentukan involukrum (pembentukan tulang baru di sekeliling jaringan
tulang mati). Osteomielitis dapat menjadi masalah kronis yang akan mempengaruhi
kualitas hidup atau mengakibatkan kehilangan ekstremitas.
Periostitis
Serous periostitis adalah keradangan akut pada
periosteum tulang rahang karena infeksi periapikal telah menembus korteks
tulang. Keradangan yang terjadi berupa cairan serous diantara korteks dan
periosteum, belum terbentuk nanah. Gejala subjektifnya berupa rasa sakit
selama 1-3 istri disertai pembengkakan, suhu badan meningkar. EO tampak
pembengkakan merata, warna agak kemerahan, palpasi peningkatan suhu dan sakit.
IO tampak peninggian buccal fold tapi tidak ada fluktuasi, terdapat gigi dengan
karies profunda dan non vital (Gangren pulpa).
Spora adalah satu atau beberapa sel (bisa haploid ataupun diploid) yang
terbungkus oleh lapisan pelindung. Sel ini dorman dan
hanya tumbuh pada lingkungan yang memenuhi persyaratan tertentu, yang khas bagi
setiap spesies. Fungsi spora sebagai alat persebaran (dispersi) mirip dengan biji,
meskipun berbeda jika ditinjau dari segi anatomi dan evolusi.
Jenis spora menurut
fungsi
·
Spora sebagasdsai alat persebaran untuk tumbuhan
berpembuluh non-biji, lumut, fungi, dan Myxozoa.
Spora dengan pengertian ini dikenal juga sebagai diaspora.
·
Endospora dan eksospora,
merupakan spora yang dibentuk oleh bakteri tertentu (dari divisio Firmicuta)
sebagai alat pertahanan hidup dalam kondisi ekstrem.
·
Zigospora sebagai
alat persebaran haploid dari fungi Zygomycota. Spora ini berdinding tebal dan
dapat tumbuh madasdenjadi konidium atau
zigosporangium.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar