Wikipedia

Hasil penelusuran

Senin, 12 Mei 2014

JUDUL ? IT’S EASY

Lupakan nilai-nilai yang jeblok semester kemarin, lupakan buku perpustakaan yang belum dikembalikan, lupakan alat gelas yang pecah dan belum diganti, lupakan semester pendek yang jumlahnya sama dengan seluruh mata kuliah, lupakan ancaman dosen yang bilang kita tidak akan lulus tahun ini. Lupakan semua, lupakan !.
Jangan dulu pikirkan masalah-masalah yang akan datang besok, jangan pikirkan uji statistik apa yang dipakai, jangan pikirkan penelitian akan susah, jangan pikirkan seminar kita akan dibantai, jangan pikirkan rumah makan mana yang enak dan murah untuk konsumsi waktu sidang, jangan pikirkan membungkus apel dengan plastik warna-warni untuk hiasan meja, jangan pikirkan penelitian akan kurang sampel, jangan pikirkan printer belum punya, jangan pikirkan laptop penuh virus, jangan pikirkan status facebook akan kosong beberapa bulan ke depan. Jangan pikir kita tidak mampu, jangan !
Kita adalah hari ini, yang sedang mencari judul bagus, keren, bermanfaat, berbobot dan inspiratif. Kita akan menemukannya hari ini, dengan cepat, secepat kita logout dari internet sekarang juga, secepat kita membalas BBM, secepat kita menjawab komen-komen di status, secepat dosen pulang dari kantornya, secepat kita melupakan pelajaran di kelas barusan, secepat kita kehilangan hapalan pretest.
Lalu apa yang harus kita lakukan untuk mendapat judul secepat itu ?

Sebagian mahasiswa bertekad penelitiannya harus hematologi, apapun judulnya, atau apa saja asal jangan kimia. Ada lagi yang sukanya MPN, terserah sampelnya. Sebagian yang lain fanatik dengan SPSS sehingga apapun judulnya harus uji yang pakai SPSS supaya canggih dan keren. Sebaliknya, yang sudah berkeluarga biasanya memilih judul yang gambaran-gambaran saja, bahkan kalu bisa datanya data sekunder. Ada mahasiswa yang mencari respondennya polisi, ada yang dari awal mengincar anggota senam aerobik, ada yang mengejar lansia, ada yang mencari PNS. Yang kurang agresif memilih adik tingkat saja sebagi responden. Yang paling ditakuti jika respondennya dosen sendiri.
Peneliti baru biasanya berpikir dari sudut yang keliru, bukannya karena tertarik pada suatu fenomena, tetapi karena tertarik dengan parameternya. Seperti dituliskan di atas, pokoknya kolesterol, pokoknya bakteriologi. Asal jangan glukosa darah karena sudah sering. Jangan kadar Hb karena murahan. Padahal biarpun Hb itu murah, tapi belum semua fenomenanya tergali, begitu juga glukosa darah atau yang lain. Tidak masalah Hb itu tiap tahun diteliti, jika memang ada fakta menarik ia tetap layak diteliti.
Hal yang harus dicamkan sebelum menetapkan adalah judul dan penelitiannya adalah milik kita, favorit kita, kesukaan kita, kebanggaan kita, kemampuan kita. Maka jangan judul itu merupakan pesanan dosen atau ramai-ramai dari ajakan teman meskipun boleh saja kedua hal itu. Kalau judul pesanan dosen kita berharap akan mudah dibimbing dan dibela saat sidang. Kalau judul paketan ramai-ramai dengan teman maka biaya dan tenaga akan lebih murah. Tetapi kuncinya tetap, kita harus tertarik dengan penelitian kita sendiri, karena sekali kita tidak bahagia dengan judul kita maka penelitian tak ubahnya praktikum bersama dosen yang membosankan. Maka di bab pembahasan akan berisi kalimat-kalimat pendek tanpa penalaran ilmiah dan miskin referensi. Karena itu KTI haruslah menjadi ending yang bagus si penulis, menggantikan kuliah-kuliah yang semuanya lulus lewat SP.
Memang benar, kita harus merancang semua dari sekarang. Misalnya penelitian di mana, berapa biayanya, siapa respondennya, surat menyurat apa yang harus disiapkan, pakai uji statistik apa. Tapi itu tidak harus dipecahkan sekarang. Banyak mahasiswa sudah menangis begitu menganggap ia akan pakai uji-t, kalang kabut bertanya ke semua bagaimana itu uji-t, padahal belum tentu pakai uji-t. Sebagian yang lain stress karena lemah di SPSS, beli dan mengopi buku statistik sana sini.
Dari mana kita akan mulai ? kita punya sensitifitas, maka tajamkanlah. Sensitifitas yang tajam akan membangun keingintahuan, melahirkan ketertarikan. Dari mana kita tertarik ? Dengan menemukan sesuatu yang aneh dari melihat, mendengar, membaca, atau mengalami sesuatu. Sumber keanehan yang berlimpah biasanya datang saat praktikum. Wawasan yang luas datang dari buku.
Ingatkah kita di semester kemarin, saat praktikum urinalisa ? mengapa urin semakin lama dibiarkan di luar tubuh semakin keruh, apa yang membuat keruh ? jika dibiarkan 1 jam, apa saja isinya, kalau 2 jam apa lagi isinya, berapa jumlah sedimen-sedimen itu per LPK ? jika urin segar berapa angka kumannya ? jika 1 jam berapa lagi ? jika 2 jam jadi berapa lagi ? mudah sekali bukan, dan setiap kita mengalaminya.
Pernah juga kita membaca, garam bisa mengawetkan ikan. Jadi yang tidak pakai garam tidak awet. Kalau dibedakan jumlah bakterinya bagaimana ? banyak yang pakai garam atau tidak ? atau nilai MPN-nya bagaimana ? sudah 2 judul.
Kita juga pernah praktikum resistensi osmotik eritrosit. Pada kadar NaCl sekian persen eritrosit akan lisis. Jika NaCl-nya 2% akan lisis kah ? bagaimana kalau NaCl 4, 6, 8, 10% ? jika 6% lisis, maka berapa eritrosit yang lisis ? kalau 8% berapa yang lisis ? tentunya makin tinggi kadar NaCl makin banyak yang lisis, tapi kita belum tahu berapa % eritrosit yang lisis dan berapa yang bertahan ? dapat 1 judul lagi.
Ada lagi. Biasa bagi kita mendengar dosen bilang penderita DM itu rentan terinfeksi, karena glukosa adalah makanan empuk bagi bakteri. Jadi, apakah belum tergerak pikiran kita ? tidakkah tergelitik ? kita sekarang bisa bilang bahwa ada hubungan akrab glukosa dengan bakteri. Jika glukosa banyak, maka bakteri banyak. Jika glukosa itu bertambah banyak, maka bakteri ikut bertambah banyak. Iya kah ? bukankah tidak sebaiknya diteliti ?
Seperti apa judul yang mungkin dari sepenggal kalimat dosen itu ? pertama kita lihat, bakteri apa yang suka glukosa, Salmonella typhi misalnya. Kita bisa meneliti hubungan banyaknya glukosa pada media dengan jumlah bakteri Salmonella typhi. Jangan lagi bertanya dari mana bisa tahu Salmonella typhi suka glukosa. Jika glukosa dinaikkan kadarnya, berapa juga jumlah bakterinya, ditambah lagi glukosanya, berapa lagi naiknya jumlah bakteri. Apakah signifikan ? apakah berbanding lurus ?
Kemudian, jika kita tahu bahwa Shigella dysenteriae juga penyuka glukosa, maka ini bisa jadi judul juga, maka sudah 2 orang yang dapat judul. Jika ada 10 bakteri yang kita tahu glukosa positif, maka jadilah 10 judul. Masih ada variasi lagi ? tentu saja. Jika kita tahu bahwa Escherichia coli juga menyantap laktosa, maka dalam judul glukosa diganti laktosa, dan dapatlah kita judul lagi. Bagaimana dengan Vibrio, Staphylococcus, Klebsiella ? tentu saja dari satu pokok bahasan ini bisa menjadi puluhan judul. Silahkan dihitung saja.
Dari dunia kimia klinik misalnya kadar glukosa berdasarkan variasi harian. Kita tahu, glukosa pada 1 orang berbeda pada pagi, siang, sore dan malamnya. Sesignifikan apa dia berbeda ? glukosa pada orang yang berpuasa dari subuh sampai magrib juga berbeda dengan kalau ia berpuasa dari malam sampai pagi.
Nah, sekarang kita punya banyak alternatif judul, tinggal mereview lagi keanehan-keanehan di praktikum-praktikum masa lalu. Atau kita bisa membolak-balik buku pinjaman perpustakaan atau yang kita punya. Tentu sekarang sense kita akan suatu keanehan sudah bertambah. Kalau dulu kita menjawab, “yah, memang sudah begitu”, sekarang kita harus berkata, “wah, kenapa bisa begini ya ?”.
Buat mahasiswa-mahasiswi, ingatlah. Semua orang yang kalian lihat sukses sekarang, dosen-dosen kalian, kakak-kakak tingkat kalian, semuanya melewati proses yang sama dengan yang kalian alami hari ini, sebagian bahkan mendapatkan yang lebih mengenaskan. Mereka merasakan sama seperti yang sekarang kalian rasakan, sakit yang sama, lelah yang sama, ngantuk yang sama, marah yang sama, lapar yang sama, miskin yang sama, keliru yang sama, coretan yang sama, fotokopian yang sama, bahkan file dan virus yang sama. Bedanya mereka sudah, sedangkan kita segera menyusul. Lagipula tidak ada naik kelas tanpa ujian kan.
So, tadi malam kita murung menjelang tidur, malam ini kita sudah bisa tersenyum sebelum tidur. Tadi malam kita gelisah, malam ini kita tenang. Tadi malam kita galau, malam ini kita happy. Tadi malam status kita, “tak bisa tiduuuuuur..@#$%^&*&$*&%#@$!!#%”, malam ini status kita, “bobo dulu yaa..;-)”.

Senin, 01 April 2013

streptococcous pyogenesis


Scarlet fever (demam berdarah)
Demam berdarah (juga disebut demam berdarah dalam literatur yang lebih tua) [1] adalah penyakit menular yang paling umum menyerang anak-anak berusia 4-8 tahun. Gejala termasuk sakit tenggorokan, demam dan ruam merah yang khas. Demam scarlet biasanya ditularkan melalui inhalasi. Ada tidak ada vaksin, namun penyakit ini secara efektif diobati dengan antibiotik. Sebagian besar fitur klinis disebabkan oleh toksin eritrogenik, suatu zat yang dihasilkan oleh bakteri Streptococcus pyogenes ketika terinfeksi oleh bakteriofag tertentu (kelompok strep A.).
Sebelum ketersediaan antibiotik, demam berdarah adalah penyebab utama kematian. Hal ini juga dapat menyebabkan komplikasi akhir seperti glomerulonefritis dan endokarditis menyebabkan penyakit jantung katup, yang semuanya berlarut-larut dan sering penderitaan yang fatal pada saat itu.
Adalah penting untuk menyadari bahwa strain Grup A Strep yang menghasilkan toksin eritrogenik tidak inheren lebih berbahaya daripada jenis lainnya yang tidak tetapi lebih mudah didiagnosis seperti itu karena ruam karakteristik.
Penyakit itu sendiri disebabkan oleh sekresi exotoxins pyrogenic oleh Streptococcus menginfeksi [5] [6] Eksotoksin A (SPEA) mungkin adalah yang terbaik dipelajari dari racun.. Hal ini dilakukan oleh T12 bakteriofag yang terintegrasi ke dalam genom streptococcus dari mana racun ditranskripsi. Fag itu sendiri terintegrasi ke dalam gen tRNA serin pada kromosom [7].
Virus T12 sendiri belum ditempatkan ke takson oleh Komite Internasional Taksonomi Virus. Memiliki genom DNA beruntai ganda dan atas dasar morfologi tampaknya menjadi anggota Siphoviridae.
Gen SPEA kloning dan sekuensing pada tahun 1986 [8]. Ini adalah pasangan basa 753 panjang dan mengkode protein 29,244 kiloDalton (kDa). Protein mengandung peptida 30 asam amino sinyal putatif: penghapusan urutan sinyal memberikan berat molekul diprediksi dari 25,787 (kDa) untuk protein yang disekresikan. Kedua promotor dan situs pengikatan ribosom (Shine-Dalgarno urutan) yang hadir hulu dari gen. Sebuah terminator transkripsi terletak 69 basis hilir dari kodon terminasi translasi. Bagian terminal karboksi protein menunjukkan homologi yang luas dengan ujung karboksi dari Staphylococcus aureus enterotoksin B dan C1.
Fag streptococcus selain T12 juga dapat membawa gen SPEA. [9]

Erysipelas
Erisipelas adalah infeksi pada dermis dan jaringan subkutis bagian atas yang hampir selalu disebabkan oleh Streptococcus pygogenes ( = Streptococcus beta hemolyticus grup A).

Erisipelas adalah infeksi kulit yang biasanya mempengaruhi lengan, kaki, atau wajah, ditandai dengan kulit yang mengkilap, merah, melepuh kecil, dan pembengkakankelenjar getah bening.

Dapat karena Streptococcus grup B, grup C, grup G, Streptococcus pneumonia dan Staphylococcus aureus, menimbulkan bentuk klinis yang tidak khas terutama pada penderita yang keadaan immunologisnya abnornal.

PATOFISIOLOGI
Kuman masuk ke lapisan kulit yang dalam melalui luka kecil, mungkin karena garukan, luka operasi atau sebab lain. Sering tidak didapatkan tempat masuknya kuman dan Streptococcusnya didapatkan dari tenggorokan, hidup atau mata.
Kepekaan terhadap kuman ini meningkat pada orang malnutrisi, pecandu alkohol, baru menderita infeksi dan dysgamma globulinaemia.
Faktor predisposisi lokal adalah edema karena kelainan ginjal atau kelainan saluran getah bening, yang terakhir ini penting pada terjadinya erisipelas yang kumat-kumatan.

GEJALA KLINIS
-         Panas badan cukup tinggi (anak-anak dapat dengan konvulsi), sakit kepala, malaise dan muntah-muntah/mual.
-         Lesi di kulit :
Makula eritematus yang meninggi dengan batas jelas, dapat ada vesikule di atasnya. Dirasakan panas dan nyeri.
Lokalisasi biasanya :
-         bayi : dinding perut
-         anak-anak : muka, kepala dan tungkai bawah.
-         dewasa : tungkai bawah, muka, telinga.
Pada penderita yang kelainan immunologis, gejala klinisnya tidak khas misalkan kemerahan berkurang.
PEMERIKSAAN
1.      Darah : Leucocytosis.
2.      Bila memungkinkan :
-         Periksa Titer ASO : meningkat seminggu seelah infeksi.
-         Mencari Streptococcus dengan kultur dari tenggorokan, hidup atau mata.

DIAGNOSIS BANDING
-          Cellulitis
-          Dermatitis kontak
-          Lepra Tuberkuloid akut.

PENYULIT
Terjadi bila pengobatan tidak efektif
-         Nefritis
-         Abses subkutan
-         Septisemia
-         Kematian 50% pada bayi, penderita usia tua dan yang lemah.
-         Kambuh lagi – Cellulitis.

PENATALAKSANAAN
1.      Pada penderita bayi, usia tua dan yang keadaan umumnya lemah sebaiknya dirawat di RS.
2.      Pemberian antibiotika sistemik diberikan 7 – 10 hari.
1.      Penisilin dan semisintetiknya (pilih salah satu)
a.       Penisilina G Prokain
Dosis : 1 – 2  dd 0,6 – 1,2 juta U
Anak-anak : 1 – 2 dd 25.000 – 50.000 I.U./kg
b.      Ampisilin
4 dd 250 – 500 mg a.c.
anak-anak : 4 dd 25 – 75 mg/kg – a.c.
c.       Amoksilin (*.*) (penulisan resep harus diparaf staf medik UPF)
3 dd 250 – 500 mg.a.
anak-anak : 3 dd. 7,5 – 25 mg/kg a.c.
2.      Eritromisin
4 dd 250 – 500 mg pc
anak-anak : 4 dd 12,5 mg – 25 mg/kg - pc
bila alergi penisilin
3.      Linkomisin
3 – 4 dd 250 – 500 mg
anak-anak lebih 1 bulan 3 dd 10 – 20 mg/kg
bila alergi penisilin dan yang menderita gangguan saluran cerna
4.      Bila kambuh-kambuh diberikan antibiotika sistemik dosis tinggi dulu sampai sembuh, baru dilanjutkan dosis rendah jangka lama selama 1 – 3 bulan.

3.      Pengobatan topikal
  1. Kompres dengan solusio Sodium Chloride 0,9 % atau Solusio Burowi :
-         bila ada vesikule/bule
-         dapat sebagai pendingin
  1. Neocitrin ointment (Basitrasina dan Polimiksina B)
-         bila lesi kulit telah kering


Tonsilitis adalah pembengkakan tonsil atau amandel. Gejala tonsilitis meliputitenggorokan sakit dengan warna merah, amandel membengkak, mungkin ada cairan putih atau bintik pada kelenjar getah bening amandel yang membengkak dan pelunakan di bagian leher di bawah rahang. Demam, sakit kepala, dan / atau sakit perut bisa menyertai. Selain amandel yang meradang, sakit dan nyeri juga mungkin terasa di sekitar daerah langit-langit lunak, di langit-langit mulut, dan kesulitan membuka mulut atau menelan.
Purpural infection
Infeksi nifas merujuk pada infeksi bakteri setelah melahirkan. Infeksi juga dapat disebut sebagai demam nifas atau setelah melahirkan. Saluran kelamin, khususnya rahim, adalah situs yang paling sering terinfeksi. Dalam beberapa kasus infeksi dapat menyebar ke titik-titik lain di dalam tubuh. Infeksi yang luas, atau sepsis, merupakan komplikasi yang jarang, tapi berpotensi fatal.
Osteomylitis
Osteomielitis adalah infeksi tulang. Infeksi tulang lebih sulit disembuhkan daripada infeksi jaringan lunak karena terbatasnya asupan darah, respons jaringan terhadap inflamasi, tingginya tekanan jaringan dan pembentukan involukrum (pembentukan tulang baru di sekeliling jaringan tulang mati). Osteomielitis dapat menjadi masalah kronis yang akan mempengaruhi kualitas hidup atau mengakibatkan kehilangan ekstremitas.

Periostitis
Serous periostitis adalah keradangan akut pada periosteum tulang rahang karena infeksi periapikal telah menembus korteks tulang. Keradangan yang terjadi berupa cairan serous diantara korteks dan periosteum, belum terbentuk nanah. Gejala subjektifnya  berupa rasa sakit selama 1-3 istri disertai pembengkakan, suhu badan meningkar. EO tampak pembengkakan merata, warna agak kemerahan, palpasi peningkatan suhu dan sakit. IO tampak peninggian buccal fold tapi tidak ada fluktuasi, terdapat gigi dengan karies profunda dan non vital (Gangren pulpa).

Spora adalah satu atau beberapa sel (bisa haploid ataupun diploid) yang terbungkus oleh lapisan pelindung. Sel ini dorman dan hanya tumbuh pada lingkungan yang memenuhi persyaratan tertentu, yang khas bagi setiap spesies. Fungsi spora sebagai alat persebaran (dispersi) mirip dengan biji, meskipun berbeda jika ditinjau dari segi anatomi dan evolusi.
Tumbuhan berbiji dipandang dari sudut pandang evolusi juga menghasilkan spora.

Jenis spora menurut fungsi
·         Spora sebagasdsai alat persebaran untuk tumbuhan berpembuluh non-biji, lumut, fungi, dan Myxozoa. Spora dengan pengertian ini dikenal juga sebagai diaspora.
·         Endospora dan eksospora, merupakan spora yang dibentuk oleh bakteri tertentu (dari divisio Firmicuta) sebagai alat pertahanan hidup dalam kondisi ekstrem.
·         Klamidospora (chlamydospore), fungsinya mirip dengan endospora, tetapi dihasilkan oleh fungi.
·         Zigospora sebagai alat persebaran haploid dari fungi Zygomycota. Spora ini berdinding tebal dan dapat tumbuh madasdenjadi konidium atau zigosporangium.
Beberapa istilah lain juga menggunakan kata spora, seperti sporozoit dan sporoblas namun sama sekali bukan spora

wipe your eyes


that I gotta do what I gotta do
But if I let you go,
where you gonna go?We gotta make a change, time to turn the pageSomething isn't right, I don't wanna fight youWe've been through tougher times, you know it gets worseWe can turn this around please let me be firstAnd as I feel your tears spilling on my shirtSomething isn't right I don't wanna fight you

[Chorus]Hey you, come over and let me embrace youI know that I'm causing you pain tooBut remember if you need to cryI'm here to wipe your eyes
Tonight before you fall asleepI run my thumb across your cheek (across your cheek)
Cry 'cause I'm here to wipe your eyesI know I made you feel this wayYou gotta breathe, we'll be okay (be okay)Cry 'cause I'm here to wipe your eyes

Oh nah nah oh nah nah nah nah'cause I'm here to wipe your eyesOh nah nah oh nah nah nah nah
When did we cross the line?How could we forget?
Why do we let the pressure get into our heads?Your broken heart requires all of my attention'cause something isn't right, I don't wanna fight you

[Chorus]Hey you, come over and let me embrace youI know that I'm causing you pain tooBut remember if you need to cryI'm here to wipe your eyes
Tonight before you fall asleepI run my thumb across your cheek (across your cheek)
Cry 'cause I'm here to wipe your eyesI know I made you feel this wayYou gotta breathe, we'll be okay (be okay)Cry 'cause I'm here to wipe your eyes

Please don't lose your faithDon't worry 'cause I'm here to keep you safeI promise if you let me see your faceThat I won't let you downI won't let you downI'm here to wipe your eyes
Tonight before you fall asleepI run my thumb across your cheek (across your cheek)
Cry 'cause I'm here to wipe your eyesI know I made you feel this wayYou gotta breathe, we'll be okay (be okay)Cry 'cause I'm here to wipe your eyes